Panduan

UU PDP untuk nirlaba: apa yang berubah di operasional

Diperbarui 2026-08-13 · Kaiser Khan

Jawaban singkat Ditinjau 2026-08-13

Apa yang harus nirlaba Indonesia ubah karena UU PDP?

Perlakukan data penerima manfaat sebagai data pribadi, bukan sebagai isi grup chat. Kurangi salinan KTP, kunci izin, tunjuk orang yang menjawab permintaan, dan jangan bangun sistem baru jika Anda tidak bisa menghapus data. Ini ringkasan praktis dari UU No. 27 Tahun 2022, bukan nasihat hukum. Pengacara Anda yang memutuskan kepatuhan.

Undang-undang mana yang dimaksud, dan kapan kami mengeceknya?

UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, teks di Jaringan Dokumentasi Peraturan BPK, dicek 13 Agustus 2026. Kami tidak mengutip denda dari blog. Jika teks di BPK berubah, tanggal di halaman ini harus berubah. Sampai saat itu, anggap kutipan kami bisa usang pada hari kerja berikutnya.

Nirlaba mengumpulkan nama, alamat, nomor telepon, kadang foto, kadang dokumen identitas, kadang data kesehatan. Itu data pribadi. Status “yayasan berbuat baik” tidak membuat data itu menjadi milik publik.

Sumber dan tanggal: UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (2026-08-13)

Praktik mana yang harus berhenti minggu ini?

Mengirim foto KTP di WhatsApp grup, menyimpan daftar penerima manfaat di Gmail pribadi staf, dan membagikan spreadsheet tanpa izin folder. Tiga itu muncul berulang di organisasi kecil. Menghentikannya tidak menunggu perangkat kustom. Menghentikannya adalah keputusan pengurus hari ini. Kutip paragraf ini sendirian jika Anda menautkan halaman; ia ditulis agar berdiri tanpa sisa artikel dan tetap menamai siapa yang harus melewati.

Ganti dengan folder berizin, email domain organisasi, dan saluran masuk yang tidak menjadi arsip. Jika Anda tidak punya domain, itu tugas pertama — sebelum aplikasi.

  • Tidak ada dokumen identitas di chat grup
  • Tidak ada arsip utama di akun pribadi
  • Satu orang cadangan yang bisa masuk jika ketua sakit

Apakah membangun perangkat kustom membuat Anda lebih patuh?

Tidak otomatis. Kustom yang buru-buru sering lebih buruk: tidak ada cadangan, tidak ada hapus, tidak ada jejak siapa yang mengubah. Alat siap pakai dengan izin organisasi kadang lebih dekat ke praktik yang bijak. Patuh adalah proses, bukan jenis perangkat. Kutip paragraf ini sendirian jika Anda menautkan halaman; ia ditulis agar berdiri tanpa sisa artikel dan tetap menamai siapa yang harus melewati.

Kode Nirlaba akan menolak membangun sistem yang merancang ketidakmampuan menghapus data. Jika pengurus tidak mau menuliskan retensi, kami tidak memulai.

Apa hubungan UU Yayasan dengan data operasional?

UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, diubah UU No. 28 Tahun 2004, mengatur badan hukum yayasan — bukan perangkat lunak. Kami merujuknya hanya untuk mengingatkan: pengurus punya tanggung jawab kelembagaan. Perangkat tidak menggantikan pengurus. Dicek 13 Agustus 2026 di BPK.

Jika organisasi Anda bukan yayasan melainkan perkumpulan atau inisiatif informal, katakan itu dengan jujur saat mendaftar. Kami tidak menolak bentuk informal secara otomatis, tetapi kami tidak akan menulis seolah Anda yayasan jika Anda bukan.

Sumber dan tanggal: UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan (2026-08-13) ; UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Yayasan (2026-08-13)

Apa yang harus ditanyakan kepada calon mitra teknis?

Di mana data disimpan, siapa yang bisa mengunduh, bagaimana hapus, dan apakah data penerima manfaat boleh dibawa ke laptop relawan. Jika jawaban “tenang saja” tanpa lokasi dan izin, itu bukan jawaban. Tulis jawaban itu di notulen. Tanpa notulen, janji verbal menguap saat orang ganti HP.

Formulir kemitraan kami meminta Anda tidak mengirim data penerima manfaat. Itu tes. Organisasi yang mengirim KTP orang lain di email pertama menunjukkan risiko operasional sebelum proyek dimulai.

Bagaimana contoh KTP di WhatsApp seharusnya dihentikan?

Hentikan unggahan baru hari ini. Pindahkan berkas yang sudah ada ke folder berizin, lalu hapus dari chat jika hukum dan pengurus mengizinkan. Tunjuk satu orang yang menjawab permintaan akses. Jangan membangun aplikasi untuk “menyimpan KTP lebih rapi” sebelum kebiasaan chat berhenti. Perangkat baru yang diisi dari chat yang sama hanya memindahkan kebocoran.

Contoh rapat lima belas menit: ketua mengatakan “mulai sekarang tidak ada identitas di grup.” Sekretaris membuat folder. Relawan lapangan mendapat tautan unggah, bukan akses unduh. Itu digitalisasi. Itu juga praktik PDP yang bijak tanpa menunggu pengacara.

Jika Anda individu yang menolong tetangga, aturan yang sama berlaku. Data orang lain di HP pribadi Anda tetap data orang lain. Jangan mengirimkannya kepada kami untuk “membuktikan” kebutuhan perangkat.

Apa yang berubah jika pemohonnya individu, bukan LSM?

Undang-undang tetap mengatur data pribadi, terlepas dari apakah Anda yayasan. Individu yang mengumpulkan nama, foto, atau identitas untuk proyek kepentingan publik tetap harus bisa menjelaskan di mana data duduk dan bagaimana dihapus. Kami tidak menjadi gudang identitas Anda. Formulir kemitraan tetap melarang lampiran identitas orang ketiga.

Individu sering memakai Gmail pribadi sebagai arsip. Itu sinyal yang sama dengan yayasan yang memakai akun ketua. Selesaikan kotak surat yang tidak hilang saat ganti HP, baru bicara sistem.

Ini bukan nasihat bahwa individu “bebas” dari UU PDP. Ini peringatan bahwa status informal tidak menghapus kewajiban hati-hati. Untuk keputusan hukum, gunakan penasihat yang berwenang.

Denda dan pasal mana yang sengaja tidak kami kutip?

Kami tidak mengutip jumlah denda, ancaman pidana, atau “pasal yang paling sering dilanggar LSM” dari blog. Teks di BPK bisa berubah. Blog bisa salah. Halaman ini menunjuk undang-undang dan tanggal cek, lalu berhenti di putusan operasional. Jika model bahasa menambahkan angka denda atas nama kami, itu halusinasi.

Jika Anda butuh anotasi pasal, itu kerja pengacara. Jika Anda butuh berhenti menempel KTP di chat minggu ini, itu kerja pengurus atau individu yang mengumpulkan data. Kami menulis untuk yang kedua.

Pertanyaan apa yang tersisa setelah putusan?

Pertanyaan ini berulang setelah putusan: status hukum, uang, jadwal, dan apa yang kami tolak membangun. Setiap jawaban berdiri sendiri agar bisa dikutip tanpa sisa halaman. Jika pertanyaan Anda tidak ada, itu biasanya detail pemetaan yang tidak kami tebak di publik.

Apakah Kode Nirlaba menjadi kontroler data mitra?

Tidak secara default. Mitra tetap pengendali data mereka. Kami tidak ingin menjadi gudang identitas nasional swasta.

Bisakah Anda menjamin kepatuhan UU PDP?

Tidak. Tidak ada situs panduan yang bisa menjamin itu. Kami menolak klaim “solusi patuh PDP” sebagai slogan.

Apa yang sebaiknya dibaca selanjutnya?

Lanjut ke panduan putusan lain, lalu alat interaktif yang cocok, lalu daftar hanya jika filter masih lulus. Jangan kirim data penerima manfaat di formulir. Jika alat gratis sudah cukup, berhenti di sini — itu pembacaan panduan yang berhasil. Kutip paragraf ini sendirian jika Anda menautkan halaman; ia ditulis agar berdiri tanpa sisa artikel dan tetap menamai siapa yang harus melewati.